Back to Top
puisi

Puisi Tentang Luka Dalam Diam dan Sunyi yang Menyembuhkan – Puisi Runtuh Tanpa Suara dan Menyapa Sunyi

April 30, 2026
0 Komentar
Beranda
puisi
Puisi Tentang Luka Dalam Diam dan Sunyi yang Menyembuhkan – Puisi Runtuh Tanpa Suara dan Menyapa Sunyi

Pendahuluan Puisi sering menjadi ruang paling jujur untuk menyuarakan hal-hal yang tidak mampu diucapkan secara langsung. Dua puisi berikut, Runtuh Tanpa Suara dan Menyapa Sunyi , menggambarkan pergulatan batin seseorang yang tampak kuat di luar, namun menyimpan banyak luka di dalam. Runtuh Tanpa Suara Tidak ada yang tahu… betapa berat batu yang kupikul karena aku selalu tersenyum. Tidak ada yang melihat… dinding-dinding di dalam dadaku retak sedikit demi sedikit, karena aku selalu berkata “aku baik-baik saja.” Aku patah hati, tapi hatiku tidak kuizinkan menangis di depan orang. Aku kecewa, tapi bibirku belajar mengubah rasa getir jadi tawa tipis. Malam adalah satu-satunya saksi, ketika semua kata yang kutelan mengendap di tenggorokan seperti duri yang tak bisa ditarik. Aku berjalan setiap hari dengan dada yang penuh serpihan, dan tidak ada yang pernah bertanya berapa banyak luka yang harus kusembunyikan hanya agar dunia mengira aku kuat. Kadang aku ingin roboh, membiarkan semuanya ja...
Baca selengkapnya

Tidak ada komentar