Pendahuluan
Puisi Belenggu Digital karya Walies MH menggambarkan realitas pendidikan di era digital yang sering kali kehilangan makna. Di tengah kemajuan teknologi, proses belajar tidak selalu menghadirkan kemerdekaan berpikir, tetapi justru menghadirkan tekanan baru bagi siswa dan guru.Belenggu Digital – Walies MH
Mereka menyebutnya merdeka,
ketika kelas dipindahkan ke layar
dan suara murid dibungkam
oleh tombol mute dan target kurikulum.
Merdeka katanya
namun belajar diukur oleh sinyal
oleh kuota, oleh algoritma
yang tak pernah tahu arti lapar dan trauma.
Guru dipaksa mengejar platform
murid dikejar angka dan laporan
sementara makna pelan-pelan hilang
di antara klik, submit, dan tenggat waktu.
Di era digital ini
pendidikan sering lupa bertanya
apakah murid sungguh belajar
atau hanya bertahan agar terlihat hadir?
Jika merdeka hanya berarti cepat
hanya berarti patuh pada sistem
maka pendidikan kehilangan jiwanya
ia tak lagi membebaskan
hanya memindahkan belenggu ke bentuk baru.
Merdeka seharusnya memberi ruang berpikir
bukan sekadar akses teknologi
membentuk manusia merdeka
bukan generasi yang lelah namun diam.
Makna Puisi
Puisi ini mengkritik sistem pendidikan modern yang terlalu bergantung pada teknologi tanpa mempertimbangkan kondisi nyata siswa. “Merdeka belajar” dalam puisi ini justru dipertanyakan, karena kebebasan yang dimaksud sering kali hanya bersifat formal, bukan substansial.

Tidak ada komentar